Halo


Cieeee~ mau kepoin yaa~!


Perkenalan

Tak kenal maka tak sayang, kenalan dulu baru sayang.


Sifat

Tahapan selanjutnya adalah pendekatan. Eits~ bukan PDKT yach~


Tentangku

Halo~ mau kepoo yaa~!


Relationship

Daftar sesuanu~

Perkenalan


Nama: Hani Mefranda Jayani
Gender: Perempuan
Umur: 23 tahun
Tanggal lahir: 15 agustus
Kota: Sumedang
Orientasi sex: Lurus, normal
Tinggi badan: 158 cm
Berat badan: 50 kg
Warna rambut: Coklat (di cat orange)
Warna mata: Coklat
Pekerjaan: Sedang mencari pekerjaan

Sifat


Hani merupakan sosok yang gampang marah, bahkan mendapatkan julukan di komplek perumahannya 'tukang ngegas'; itulah sebutan Hani disana. Tapi bukan berarti Hani terus menerus marah, Hani akan marah jika ada yang memancingnya. Bisa saja Hani jadi sosok yang ramah bahkan manja jika sudah lama saling mengenal. Hani juga tidak terlalu menjadi orang pemalas jika ada dirumah, walau tidak kerja tapi Hani tidak mau jadi beban untuk orang tua. Perhatian pada orang terdekatnya, jika ada yang membutuhkan Hani selalu berusaha untuk membantu.

Background


Hani lahir dan di besarkan di kota Sumedang. Keluarganya sangat sederhana, kedua orang tuanya merupakan PNS dengan gaji yang sangat cukup untuk kehidupan sehari-hari. Hani mendapatkan pendidikan yang cukup sejak kecil, meski tidak mendapatkan ranking saat di sekolah tetapi Hani tidak pernah berbuat sesuatu yang nakal. Hani hanya cukup masuk sekolah dan mendapatkan nilai bagus dari setiap pelajaran, hanya saja hal itu terus menerus terulang dari TK - SD - SMP.

Kedua orang tuanya sudah tinggal di Depok karena dipindah tugaskan di sana sejak Hani SMP kelas 1, sedangkan Hani tetap memilih untuk tinggal di Sumedang dan untungnya bertetanggaan dengan saudaranya jadi Hani tinggal sendiri dengan pengawasan dari saudara.

Sampai saat Hani memasuki SMA, dirinya mulai merasa jenuh untuk masuk sekolah tapi karena orang tuanya yang terus bekerja keras untuk menyekolahkannya. Akhirnya Hani pun tetap melanjutkan sekolah walau enggan, benaknya mulai berpikir untuk apa belajar hal yang sama terus menerus? Berulang-ulang dari TK sampai SMA?

Apa sih tujuannya lahir ke dunia? Pertanyaan itu merasuki pikirannya. Saat Hani bertanya pada orang tuanya, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang berarti. Saat bertanya pada guru pun Hani hanya mendapatkan jawaban yang sama, apakah tidak ada memiliki jawaban sebenarnya? Akhirnya Hani hanya memendamnya, selama menjalani kehidupan SMA selalu muncul pertanyaan baru yang tidak ada seorang pun dapat menjawabnya.

Akhirnya masa SMA berakhir, tetapi Hani memutuskan untuk tidak kuliah dan memilih bekerja saja. Hani ingin hidupnya lebih berarti, mencari jawaban yang selama ini di pendam.

Hidup itu bagai roda yang berputar, kadang dibawah kadang diatas. Dengan tidak kehadiran Hani bersama orang tuanya, menyebabkan komunikasi yang terbatas. Saat Hani umur 20 tahun, orang tuanya tiba-tiba saja bercerai. Hani baru di kasih tahu oleh ibunya setelah keduanya resmi bercerai secara agama dan hukum negara, Hani disuruh memilih saat itu juga untuk ikut siapa.

Tidak diberi tahu alasannya, Hani memilih tinggal sendiri saja di Sumedang. Ayahnya pun melepaskan rumah yang di Sumedang, setelah ayahnya pindah dari rumah yang di Depok dan katanya tinggal di apartemen, ayahnya jarang menghubungi Hani lagi.

Hani mencoba untuk tidak memikirkannya, dan hidup seperti biasa saja. Memang Hani terlihat biasa saja tetapi Hani selalu sedih, karena tidak tahu apa yang menyebabkan orang tuanya pisah.

Relationship


Abiputra Savian (npc): Ayah kandung dari Hani. Setelah bercerai dan tinggal terpisah dari ibunya, ayahnya hampir tidak pernah menghubungi Hani lagi. Dikabarkan sedang dekat dengan seorang perempuan yang lebih muda.Sri Yuningsih (npc): Ibu kandung dari Hani. Meski sudah bercerai, ibunya yang tinggal di Depok masih sering berhubungan. Tidak jarang Hani suka dapat video call dadakan dari ibunya. Di awal tahun 2019, ibunya meminta persetujuan untuk menikah lagi pada Hani. Setelah menikah ibunya tampak lebih bahagia, juga jumlah keluarganya jadi lebih banyak.Gamaru Purnomo (npc): Ayah tiri tetapi tidak membedakan Hani dan sayang, untungnya. Tidak seperti keluarga tiri yang ada di sinetron. Sudah menganggap seperti keluarga kandung.Daniel Ananta: Saudara tiri Hani, yah karena laki-laki jadinya Hani tidak begitu dekat sama Daniel. Alyssia Zarasca: Adik tiri Hani, yah walaupun awalnya Hani suka canggung canggung tapi lama kelamaan sayang juga sudah seperti adik kandung sendiri. Sering banget peringatin buat ngurangin indomi dan micin lainnya.Daniel H. Gallendra: Bertemu di Mansion beruang, dan di dekatkan oleh bulu bulu kehidupan. Sampai Hani menjalin hubungan spesial dengan Daniel, tidak memikirkan jarak umur yang berbeda jauh karena sudah cinta dan sayang.